Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

DOKUMENTASI KKN KELOMPOK 42 DESA BRAGUNG

Gambar

SARAN UNTUK KKN SELANJUTNYA

Berdasarkan pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) terdapat beberapa saran antara lain: 1.     Masyarakat Desa Bregung mengenai kesadaran mengenai pentingnya pendidikan masih kurang. Terbukti dengan lulusan Sekolah Menengah Atas dan Sarjana masih minim sekali. Kami berharap kesadaran akan pendidikan khususnya di Desa Bregung lebih diperhatikan lagi dan khususnya wajib belajar 9 tahun itu hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan. 2.     Kegiatan Kuliah Kerja Nyata tidak seharusnya dilaksanakan selama 2 minggu dikarenakan kurangnya waktu untuk memaksimalkan terrealisasinya program KKN. 3.     Kurangya koordinasi antara panitia dan pihak fakultas di Universitas Wiraraja Sumenep, karena masih adanya kegiatan kampus yang berbenturan dengan kegiatan KKN.

PETA DESA BRAGUNG

Gambar

PROGRAM KERJA BIDANG HUKUM

a.       Program penyuluhan tentang dampak pernikahan usia dini Perkawinan adalah bagian dari hukum perdata Pendewasaan Berdasar KUH Perdata, Seseorang dapat di berikan hak menjadi dewasa khusus untuk urusan tertentu sejak berusia 19 tahun, Maka UU perkawinan memberikan batasan menjadi dewasa bagi perempuan hanya untuk menikah setelah berusia 16 tahun sesuai dalam Undang-Undang pasal 7 Nomor 1 tahun 1974 Tentang perkawinan. Pernikahan yang terjadi di Desa bragung masih tidak sesuai dengan hukum yang telah diatur berdasarkan perundang-undangan (melanggar hukum). Pelanggaran pernikahan yang terjadi yaitu orang yang menikah masih tidak dewasa berdasar KUHP perdata. Hal ini sering dikenal dengan istilah pernikahan dini. Pernikahan usia dini di Desa bragung masih sering terjadi.Hal ini di buktikan beradasrkan wawancara dengan kepala Desa bragung Bapak mujiburrahman. Beliau menyatakan bahwa masyarakat sering kali melakukan pernikahan meskipun masih belum cukup ...

PROGRAM KERJA BIDANG KESEHATAN

a.       Program Pengecekan Tekanan Darah (Tensi) gratis pada Lansia di Desa Bragung. Desa Bragung memiliki  wilayah yang cukup luas disertai dengan jumlah penduduk yang cukup padat .hal ini membuntikan bahwa desa bragung meliki potensi untuk menjadi desa yang berkembang, tentunya didukung oleh adanya sumber Daya Manusia dan SDA yang cukup memadai. Namun untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah, banyak sekali masalah serta tantangan yang harus di hadapi. Salah satunya ialah masih minimnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terutama pada lansia , kebanyakan dari lansia di Desa bragung  lebih memikirkan pekerjaan atau mata pencahariannya dibandingkan harus memikirkan kesehatan sendiri. Oleh sebab itu TIM KKN 42 Universitas Wiraraja berupaya membantu mengurangsi permasalah tersebut dengan cara membuat program kerja yaitu tensi gratis untuk lansia di Desa Bragung. Program ini awalnya dilaksanakan dengan  cara bekerja sama d...

PROGRAM KERJA BIDANG INFRASTRUKTUR & SANITASI (TEKNIK SIPIL)

a.       Rehabilitasi Saluran Irigasi Setiap desa pasti masi mempunyai permasalahan  atau kendala terhadap saluran irigasi, terutama pada pemeliharaan saluran irigasi yang tidak stabil. Masi kebanyakan warga yang membiarkan saluran irigasi terbengkalai dan tidak dilakukannya pemeliharaan saluran, sehingga saluran cepat rusak dan air  tidak mengalir secara teratur. Dikarenakan menumpuknya sampah dan rumput-rumput yang tumbuh di pinggir saluran yang mengakibatkan saluran tersebut mengalami kendala dalam pengairannya. Apalagi pas waktu hujan, air hujan yang biasanya langsung mengalir masi tertahan oleh sampah,  rumput-rumput dan bahkan air hujan naik kepermukaan jalan, Sehingga mengganggu pada jalan . Untuk melaksanakan program kerja tersebut, terlebih dahulu tim KKN 42 Universitas Wiraraja Sumenep melakukan sosialisasi kapada warga untuk melakukan pembersihan saluran irigasi agar air yang mengalir ke area persawahan lancar dan  pemantauan ...

PROGRAM KERJA BIDANG PERTANIAN

a.       Program pengendalian bersama kelompok tani dan masyarakat Desa Bragung Pertanian merupakan sektor vital yang menjadi perhatian untuk pembangunan dan pengembangan daerah. Membangun suatu daerah dapat dimulai dari membangun sector pertanian. Desa Bragung merupakan salah satu desa yang sebagian besar warganya merupakan petani serta memiliki lahan pertanian yang luas. Masyarakat desa Bragung mayoritas merupakan petani padi. Dewasa ini banyak padi di desa Bragung yang terkena serangan penyakit dan OPT seperti bercak merah atau penggerek batang. Hal tersebut apabila dibiarkan akan mempengaruhi produksi padi dan pendapatan para petani. Dari gambaran dan situasi di lapanan kami membuat program kerja berupa pengendalian bersama penyakit dan OPT padi bekerja sama dengan kelompok wanita tani Kasih Ibu yang di bagi dalam dua bagian. Bagian pertama dilakukan pada tanggal 17 Januari 2018 dan bagian kedua pada tanggal 19 Januari 2018 ang bertujuan untuk mengurang...

PROGRAM KERJA BIDANG EKONOMI

a.       Program Pembuatan Label pada Produk Home Industry Pondok Herbal Hubbus Syifa’ Setiap desa tentunya mempunyai potensi, baik dari sumber daya manusia dan sumber daya alamnya, untuk menjadikan suatu desa menjadi desa yang mandiri, maka kedua hal tersebut sangat penting sebagai pendorong dan pendukung terciptanya sebuah desa yang mandiri. Namun, menjadi desa mandiri tidaklah mudah, tentunya terdapat banyak permasalahan yang terkandung didalamnya, baik dari masalah eksternal maupun masalah internalnya. Home industry merupakan salah satu potensi desa yang harus dikembangkan, dimana dalam proses pengembangannya harus mendapatkan  dukungan dari perangkat desa, sebab hal itu berpengaruh besar terhadap kemajuan desa khususnya Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk. Maka dari itu, kelompok 42 KKN  Universitas Wiraraja Sumenep Fakultas Ekonomi dan Bisnis mempunyai program kerja untuk membantu desa Bragung menjadi sebuah desa yang mandiri khususnya di kot...

PROGRAM KERJA BIDANG PENDIDIKAN

a.       Pelatihan Komputer untuk siswa SMP Al-Azhar Pelatihan ini dilakukan oleh Kelompok KKN 18 pada tanggal 22 Januari 2018. Program ini dilakukan karena siswa dalam mempelajari pelajaran TIK tidak pernah melakukan praktikum langsung, sehingga siswa masih buta komputer meskipun sudah kelas IX dan VIII. Hal ini dikarenakan sekolah SMPI Al-Azhar sarana dan prasarananya masih belum memadai untuk diadakannya praktikum tentang komputer setiap minggunya, dari pertemuan yang ada disekolah sebanya 12 kali siswa hanya selalu membaca buku LKS dan mengerjakan sola-soal sehingga siswa hanya mengetahui teorinya saja, tidak dengan keterampilannya. Selalin faktor sarana prasarana sekolah guru di SMPI Al-Azhar selalu tidak masuk ke kelas tanpa ada alasan. Pelatihan dilakukan dengan cara pembimbingan atau menggunakan metode modelling dan praktik langsung kepada para peserta pelatihan. Para peserta menggunakan satu laptop secara bergantian dengan didampingi oleh mentor ya...